Assalamu'alaikum Wr Wb

Warning : Cerita ini hanya fiktif belaka, jika ada kesamaan, nama, tempat dan kejadian itu hanya kebetulan semata tanpa ada unsur kesengajaan.

piant-masjid.png

Cerita Pendek
Judul : Hati Berbunga di dalam Masjid
Penulis : Martoloyo

Sebut saja namaku Jayawardhana, atau panggil saja aku Jaya. Singkat cerita aku bekerja sebagai tukang sapu/tukang kebun di rumah seorang juragan/pengusaha tahu yang cukup sukses. Tiga tahun sudah aku bekerja disini.

Majikanku ini orangnya baik, dan dia sangat relijius, jika sudah terdengar suara Adzan, beliau langsung mengajak para pekerjanya menuju masjid sebelah rumahnya untuk kemudian sholat berjamaah bersama-sama.

Suatu ketika perutku terasa sakit dikala Adzan Dhuhur, akhirnya aku menuju ke WC untuk menuntaskan urusanku ini, alhasil aku di tinggal teman-teman dan majikanku.

Selesai dari WC aku langsung bergegas ke masjid sambil berharap masih bisa ikut sholat berjamaah, namun sayang saat aku sampai di masjid orang-orang keluar dari dalam masjid.

Setelah bersuci aku langsung masuk ke masjid, kulihat masih ada beberapa orang, tiga laki-laki sedang berdzikir dan dua perempuan, yang satu sedang beres-beres untuk pulang, dan yang satu lagi sedang membaca Al-Qur'an.

Perempuan yang sedang membaca Al-Qur'an bernama Hana, dia adalah seorang wanita yang sholehah berwajah mutiara yang membuat jantungku berdebar-berdebar di kala berpapasan denganya.

Jujur saja aku menaruh hati padanya, tapi apadaya aku hanya seorang pemuda yang belum bisa menata hidup dalam keadaan sebaik-baiknya. Lagipula Hana adalah putri seorang pengusaha sedang aku hanya rakyat jelata.

Seperti biasa selesai sholat aku selalu berdoa kepada Allah swt, tak lupa aku meminta kepada-Nya agar di berikan jodoh sebaik-baiknya wanita sholehah. Ketika aku akan berlalu dari dalam masjid, tiba-tiba terdengar suara yang sangat lembut "Mas Jaya tunggu" , aku menengekok merespon suara itu, dan ternya itu suara Hana.

Tubuhku agak gemetar dan kaku ketika Hana berjalan mendekatiku, langkahnya sangat anggun dan berwibawa.

"Mas Jaya mau tidak menjadi imam saya ?" Hana memulai pembicaran.
"Tapi aku kan sudah selesai sholat Na, seharusnya dari tadi waktu aku belum sholat" Balasku sedikit bingung.
"Bukan imam sholat mas, kalo masalah sholat tadi aku juga sudah berjamaah" Sambung Hana yang membuatku semakin bingung.
"Lah terus imam apa Na ?" Tanyaku di ujung kebingunan.
"Imam dalam membina rumah tangga kita berdua" Jawab Hana dengan senyuman yang sungguh mempesona.

Aku hanya terdiam seribu bahasa, dalam hatiku bertanya, "Apakah ini jawaban dari salah satu doaku ?, seindah ini kah jawaban sebuah doa ?"

Selesai... Semoga terhibur

Akhir kata saya ucapkan terima kasih
Wasallamu'alaikum Wr Wb

Keyword : Cerpen, Cerita Pendek